Lava Tour Merapi

Lava Tour dengan Jeep klasik mengajak wisatawan untuk berpetualang menyaksikan secara langsung kedahsyatan sisa erupsi lahar dingin merapi pada November 2010 silam yang menerjang desa dan perkampungan lereng merapi. Wisatawan dapat mengetahui hamparan pasir, bebatuan dan desa yang hancur disapu kedahsyatan lahar merapi. Menyusuri rute pasir, sungai dan perkampungan, wisatawan dapat melihat secara langsung sisa peninggalan korban erupsi merapi. Untuk dapat menelusuri sisa letusan gunung merapi, anda dapat menggunakan motor trail ataupun mobil jeep. Lava Tour Merapi dengan Jeep saat ini menjadi wisata petualangan yang paling menarik dan diminati wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Paket wisata lava Tour dengan kendaraan jeep merupakan wisata offroad yang sangat mengesankan dan tak terlupakan.

 

Pantai Pulang Syawal / Indrayanti

Pantai-Pulang-Syawal---Indrayanti

Pantai Indrayanti saat ini menjadi salah satu pantai terkenal di Gunung Kidul. Pantai ini menarik karena mempunyai garis pantai dengan pasir putih yang menawan. Sejauh mata memandang pasir putih dan bersih menghampar. Boleh dibilang diantara deretan pantai lain di Gunung Kidul, Indrayanti adalah salah satu yang terindah.

Taukah anda bahwa Pantai Indrayanti bernama Pantai Pulang Syawal aslinya. Sebenarnya Indrayanti bukanlah nama pantai, tapi nama pemilik cafe dan restoran. Akan tetapi nama Indrayanti lebih terkenal dari pada Pantai Pulang Syawal.

Dipantai ini tersedia Restoran Indrayanti yang menyajikan menu seafood yang cocok sebagai tempat makan wisatawan.

Nah untuk mengunjungi Pantai Indrayani bisa ditempuh dari Yogyakarta dengan akses Jl Wonosari. Selerlah sampai di Kota Wonosari bisa langsung menuju papan petunjuk wisata yang dapat mudah ditemukan. Pantai Indrayani beralamat di Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia. Sekitar 2.5 jam perjalanan dari Kota Jogja.

 

Goa Pindul

Gua-Pindul

Gua Pindul, salah satu gua yang merupakan rangkaian dari 7 gua dengan aliran sungai bawah tanah yang ada di Desa Bejiharjo, Karangmojo Gunung kidul, menawarkan sensasi petualangan tersebut. Selama kurang lebih 45 – 60 menit wisatawan akan diajak menyusuri sungai di gelapnya perut bumi sepanjang 300 m menggunakan ban pelampung. Petualangan yang memadukan aktivitas body rafting dan caving ini dikenal dengan istilah cave tubing. Cavetubing hampir sama dengan rafting. Jika rafting (arung jeram) adalah kegiatan menyusuri aliran sungai dengan menggunakan perahu, maka cavetubing adalah kegiatan menyusuri gua menggunakan ban dalam. Karena aliran air di Gua Pindul ini tenang maka melakukan cavetubing di Gua Pindul ini juga bisa dilakukan oleh pemula maupun anak kecil bahkan wanita hamil. Ditengah Gua ada sebuah ruangan yang agak besar, dengan lubang diatasnya yang warga setempat menyebut sumur terbalik, sinar matahari yang masuk melalui lubang ini membuat suasana semakin indah

 

Candi Borobudur

 Candi-Borobudur

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yeng diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya.

Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia

 

Air Terjun Sri Gethuk

Air-Terjun-Sri-Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk yaitu salah satu wisata alam yang terdapat di daerah Gunungkidul tepatnya di, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Air terjun ini berada di tepi Sungai Oyo. Untuk menuju air terjun Sri Gethuk dari tempat parkir kendaraan, ada dua alternatif yang dapat digunakan. Pertama yaitu menggunakan semacam perahu atau rakit yang disediakan oleh pengelola wisata menyusuri Sungai Oyo menuju ke air terjun. Secara sekilas pemandangan yang ditawarkan sungai ini seperti grand canyon yang ada di Pangandaran, Jawa Barat, hanya ukurannya lebih mini. Yang kedua yaitu menyusuri jalan setapak melewati areal persawahan & ladang milik penduduk. Pemandangan yang ditawarkan yaitu pesona taman hias yang tersusun secara alami. 3 buah air terjun mini dipadukan dengan batu putih berundak, berbagai tanaman hijau, tebing,& sungai yang mengalir dibawahnya.


Candi Prambanan

Candi-Prambanan

Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia, berketinggian 47 meter, dibangun pada abad 9. Letaknya berada 17 km arah timur Yogyakarta di tepi jalan raya menuju Solo. Candi yang utama yaitu candi, Candi brahma, Candi Wisnu , Didepannya terletak Candi Wahana sebagai kendaraan Trimurti, Candi Angkasa adalah kendaraan Brahma, Candi Nandi  adalah kendaraan Siwa dan Candi Garuda adalah kendaraan Wisnu.

Pada dinding pagar langkan candi Siwa dan candi Brahma dipahatkan relief cerita Ramayana , sedangkan pada pagar langkah candi Wisnu dipahatkan relief Krisnayana. masuk candi Siwa dari arah timur belok ke kiri akan anda temukan relief cerita Ramayana tersebut searah jarum jam, relief cerita selanjutnya bersambung di candi Brahma.

 

Chat Dengan Kami
 
 
Pembayaran Kami


BCA
No.Rek: 12.606.300.47
An. Renno Pursaktiana

BNI
No.Rek: 03.11.868.500
An. Renno Pursaktiana

btn

 BTN
No.Rek: 0020.6016.1000.7985
An. Renno Pursaktiana